Exsynus nama acaranya.
Diskusi ringan, di tempat aku bersekolah dulu, bersama temanku, sangat cantik dan cerdas (Kezya Ananta-UNUD). Pokok pembicaraan yang seru, 'perspektif kerja dan kuliah'. Aku menyadari kesalahanku, yang agak gugup karena terbawa sedikit masalah, sehingga 30% argumenku tidak masuk dengan pertanyaan dari MC. Aku hampir tidak pernah begitu. Aku memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang ku perbuat.
Yang jelas, menurutku kuliah dan kerja tidak kontradiktif, melainkan selaras dan sama sama harus diperjuangkan.
Jika kurang jelas argumenku yang kemaren, maka inilah pointnya :
1. Terkait cara menghilangkan rasa Insecure ktika melihat pencapaian orang, sedangkan kita gini² aja. aku bilang, insecure itu garis besarnya takut. cari tau dulu apa ketakutanmu, lalu lawan. Caranya lakukan terus hal yg kamu takuti, hingga nanti kamu mati rasa terhadap rasa takut itu. Kalau sudah begitu, baru bisa bersyukur untuk melahirkan rasa secure.
2. Apakah lulusan SMA itu bisa menjadi penghambat karir? aku jawab ya, dibeberapa kasus, berdasarkan pengalamanku, untuk promosi jabatan, bisa agak sulit karena terhalang di strata pendidikan. Tapi tenang saja jika kita memiliki skill yang bagus. Peduli setan tentang jenjang pendidikan, kadang perusahaan lebih memperhatikan solusi relevan yang bisa kita beri.
3. Jangan pernah takut gagal. Mumpung masih muda, risikonya masih sedikit. kalau sudah tua atau sudah punya pasangan, serong kiri pun akan sama seperti belok kiri.
♡♡♡
MC salah menyebut jabatanku, mereka bilang 'Freelance' (itu kan ketika 2024/11 SMA), sekarang aku sudah kerja purna waktu. Tapi tidak apa apa. Hanya salah jabatan duniawi saja hahaha.
"Aisyha Nazaara, Freelance di..."
Tidak ada yang bertepuk tangan.
Cukup sunyi untuk sebuah pembukaan.
Berbeda ketika nama Kezya disebutkan, dengan gelar 'Univ Udayana' di belakangnya. Tepuk tangan bergemuruh seruangan. Ini wajar dalam gap kerja-kuliah.
Saat itu, aku memperhatikan wajah² adik kelasku. Mereka bosan. Aku bilang "Tepuk tangan buat yang masih suka takut kalo ditanya : Lulus SMA mau kemana?"
Seperti yang kuduga, banyak yang bertepuk tangan. Itung itung penghilang ngantuk.
Jelas dari wajah² itu juga, terlihat harapan dan keinginan berkuliah. Aku yakin Allah akan mengabulkan keinginan mereka.
Aku juga pernah berharap begitu, di tempat yang sama. Melihat alumni memakai almet kebanggaannya. Aku ingin kuliah.
Hanya saja, Allah menunda keinginanku itu, dan malah memenuhi segala yang aku butuhkan.
Ayah said "Keinginan harus dibatasi, kebutuhan wajib dipenuhi"
Saat itu, jelas Allah tau, kuliah itu keinginanku. Yang aku butuhkan adalah cara agar bisa berkuliah.
Dan bekerja adalah caranya.
Kurang dari setahun, jika memang sudah butuh dan sudah waktunya...
Kun fayakun.
Aku berkuliah. S1 Ilmu Komunikasi.
Mohon keridhoannya Ya Allah.
Janji ga akan ngeluh.
Sedikitpun.
Janji ga akan sibuk
kalo lagi dibutuhin orang lain.
Janji tetep konsisten sama tujuan.
Makasih Ya Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar